Sunday, September 18, 2011

EKOSISTEM PERAIRAN TERGENANG

PENDAHULUAN
Ekositem perairan tergenang (lentik) merupakan suatu kondisi ekosistem yang dicirikan oleh ketenangan air (lenis) yang terdapat dalam ekosistem tersebut. Dapat juga diartikan sebagai suatu jenis ekosistem berair yang kecepatan arusnya sudah berkurang, sehingga lumpur dan materi-materi lepas cenderung mengendap didasar perairan yang menyebabkan dasarnya menjadi lunak, sehingga tidak sesuai untuk bentos permukaan tetapi cocok untuk penggali nekton dan beberapa plankton (Odum,1971).
Beberapa contoh ekosistem perairan tergenang antara lain situ, danau, rawa, waduk, dan pasir hidup. Perairan tergenang merupakan contoh dari suatu ekosistem dimana terdapat komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung. Sehubungan dengan ekosistem perairan tergenang maka perlu dipelajari beberapa parameter yaitu parameter fisika, kimia, dan biologi.


METODE
Waktu dan tempat
Pengambilan sampel dilakukan di Situ Gede pada hari Minggu, 7 September 2008 pada pukul 07.00 WIB.

Alat dan bahan
Alat yang digunakan saat pengambilan sampel di lapangan adalah secchi disk, transek kuadrat 1 m2 dari paralon, paralon 2 m yang berdiameter 3 inchi dan berskala 5 cm, plastik transparan ukuran ½ kg, karet gelang, kertas lakmus, kertas label, pisau/cutter, saringan kasar, saringan halus, termometer, ember volume 10 liter, planktonet, botol film, spidol permanen, sedangkan bahan yang digunakan saat pengawetan sampel adalah aquades 1 liter, formalin, dan larutan lugol.
Alat yang digunakan saat pengamatan di laboratorium adalah Mikroskop cahaya, pipet tetes, tissue, dan pinset, sedangkan bahan yang digunakan adalah sampel-sampel yang telah diawetkan pada saat praktiklum dilapangan.


Prosedur
1. Penentuan stasiun pengamatan
Setiap lokasi terdapat tiga substasiun yang harus diambil sampel dan diamati. Substasiun pertama terletak di pinggir situ dengan ukuran 1 m x 1 m yang dibatasi dengan transek kuadrat. Untuk substasiun kedua letaknya 1 m x 1 m lebih menjorok ke tengah situ dari stasiun pertama. Substasiun ketiga ditentukan dengan jalan menggeser transek kuadrat sejauh 1 m dari stasiun kedua.

2. Parameter Fisika
Parameter fisika yang diamati di Situ Gede meliputi : Warna perairan, kecerahan, suhu, kedalaman perairan, dan tipe substrat.

a. Warna perairan
Warna perairan ditentukan secara visual.

b. Kecerahan
Kecerahan perairan diukur pada setiap substasiun dan pengulangan dilakukan sebanyak 3x. Cara pengukurannya adalah dengan membenamkan Secchi disk ke dalam air di sub stasiun yang diinginkan, kemudian dilihat pada kedalaman berapa Secchi disk tidak tampak dan kedalaman berapa Secchi disk tampak lagi bila Secchi disk ditarik perlahan ke atas. Langkah terakhir adalah menghitung kecerahannya dengan rumus (D1+D2)/2. D1 adalah kedalaman saat Secchi disk hilang, D2 merupakan kedalaman saat Secchi disk tampak lagi.

c. Suhu
Suhu perairan diukur dengan langkah yang hampir sama dengan mengukur kecerahan. Pengukurannya dilakukan tiga kali pada tiap substasiun atau total semua sembilan kali pengukuran sub stasiun. Pengukuran dilakukan dengan mencelupkan termometer selama +/- 1 menit lalu dilihat hasilnya dan dicatat hasilnya.

d. Kedalaman
Pengukuran kedalaman perairan dilakukan ditiap substasiun. Caranya yaitu dengan mencelupkan paralon 2 m yang berskala 3 inci ke dalam air sampai menyentuh dasar situ. Pencelupan paralon hanya sampai dasar situ saja dan tidak boleh ditekan karena akan menyebabkan paralon masuk ke substrat di dasar dan menyebabkan pengukuran tidak akurat. Setelah tercelup sampai dasar, dilihat pada skala yang ada di paralon berapa ketinggian / kedalaman airnya lalu dicatat.

e. Tipe substrat
Tipe substrat diketahui dengan cara pengambilan beberapa substrat yang terdapat di tiap stasiun dan diamati tipe substratnya.

3. Parameter Biologi
a. Plankton
Plankton diambil dengan alat yaitu planktonet. Air disaring sebanyak 100 liter dengan menggunakan ember berukuran 10 liter yang dituangkan ke dalam mulut planktonet. Hasil dari penyaringan planktonet dituang ke dalam botol film ukuran volume 30 ml. Hasil penyaringan yang telah dituang dalam botol film diawetkan dengan menambahkan larutan lugol. Untuk pengamatan hasil penyaringan yang berupa plankton diambil dengan meneteskan + 0.025 ml di atas kaca objek kemudian ditutup dengan gelas penutup. Kemudian diamati menggunakan mikroskop Pengamatannya dilakukan dengan lima lapang pandang, dan tiap sampel dilakukan tiga kali.

b. Perifiton
Perifiton didapatkan dengan cara mengambil substrat yang ada di dalam wilayah transek kuadrat. Substrat misalnya berupa kayu, akar, batang, batu, dan sebaginya dikerik permukaannya seluas 4 cm2 menggunakan pisau/cutter, dalam praktikum ini kami mengambil sample substrat dari batu. Hasil pengerikan dimasukkan ke dalam botol sample / botol film. Sample diawetkan dengan lugol. Sample diambil dengan pipet tetes,teteskan pada gelas objek sebanyak 1 tetes (0025 ml), tutup dengan gelas penutup. Kemudian dilakukan pengamatan seperti pada pengamatan plankton.

c. Bentos
Bentos diambil dengan mengunakan pipa paralon 3 inchi pada setiap substasiun pada setiap titik yang telah ditentukan, kemudian paralon diangkat dan substrat yang masuk ke paralon dituang untuk disaring menggunakan saringan kasar. Hasil saringan kasar disaring lagi menggunakan saringan halus. Lalu dilihat apakah ada benthos yang terdapat pada hasil penyaringan. Jika ada dimasukkan ke dalam botol dan diawetkan dengan formalin. Saat pengamatan di laboratorium dilihat jenis benthosnya kemudian dihitung jumlahnya.

d. Neuston
Neuston diambil langsung dengan cara ditangkap dengan jaring pada setiap substasiun.

e. Nekton
Nekton diambil dengan cara menjaring segala jenis nekton yang ada pada setiap stasiun.

f. Tumbuhan air
Tumbuhan air diambil langsung pada setiap substasiun.

Analisa Data

Kecerahan
Untuk mengukur kecerahan perairan menggunakan rumus berikut :

N = d1 + d2
            2

Keterangan :
N  = Kecerahan
d1 = Kedalaman secchi disk saat tiddak terlihat
d2 = Kedalaman secchi disk saat mulai tampak kembali

Kelimpahan plankton
Untuk mengukur kelimpahan plankton menggunakan rumus berikut :

N = 3Oi x Vr  x 1 x n
       Op    3Vo  Vs  3p

Keterangan :
N = Kelimpahan plankton (ind/l)
Oi = Luas gelas penutup (324 mm2)
Op = Luas lapang pandang (1,306 mm2)
Vr = Volume botol contoh (30 ml)
Vo = Volume 1 tetes air contoh (0,05 ml)
Vs = Volume air yang disaring oleh planktonet (100 l)
n = Jumlah plankton yang didapat
p = Jumlah lapang pandang (5)
3 = merupakan angka yang menunjukkan jumlah ulangan
 
Kepadatan Benthos
Untuk mengukur kepadatan benthos menggunakan rumus berikut :

X =    n            3 m

Keterangan
X = Kepadatan Benthos (ind/m2)
n = Jumlah individu (benthos) yang diperoleh
3 = merupakan angka yang menunjukkan jumlah ulangan
m = Diameter paralon (3 inch)

Kelimpahan Periphyton
Untuk mengukur kelimpahan periphyton menggunakan rumus berikut :

N = 3Oi x Vr  x 1 x n
        Op   3Vo   A   3p

Keterangan
N = Kelimpahan periphyton (ind/l) n = jumlah periphyton
A = Luas permukaan kerik (4 cm2)


Beberapa contoh laporan praktikum Ekologi Perairan (Ekosistem Perairan Tergenang) dapa di unduh di bawah ini :


No comments:

Post a Comment